Satu kata saat mendengar hal tersebut adalah “BIADAB”. Setelah kesekian kalinya kasus manohara ini tampil atau diekspose oleh pihak media massa, saya melihat apakah ini potret kehidupan raja – raja malaysia..?? Sungguh saya tak habis pikir mengapa hal ini bisa terjadi. Seorang anak yang tanpa dosa menjadi salah satu objek ‘property’ putra kerajaan kelantan yang nota bene adalah suatu keluarga berada yang berpendidikan dan bermartabat..?
Saya menjadi pribadi menjadi ragu, apakah benar semua ini murni kesalahan daripada raja kelantan malaysia ataukah ada andil daripada keluarga dekat manohara itu sendiri. Mungkinkah budaya menikahkan anak demi harta masih melekat didalam benak masyarakat kita? Saya pribadi tak mengetahui hal tersebut dan tak mau tahu tentang pertanyaan tersebut. Yang menjadi point disini adalah hendaknya kita mengambil pelajaran berharga dari kasus yang dialami oleh manohara.Pesan saya adalah: Jangan pernah menggadaikan anak atau orang yang anda sayang hanya demi materi yang tak dibawa mati. Salam